Kamis, 29 Juli 2010

Keluarga Bukan Ajang Smack Down (part 2)

Aku mulai membuka
hati ke Tuhan
Desember tahun 2005,
ketika istriku
menghadiri sebuah KKR,
topik pembicaraannya
mengenai 'Hati Bapa'.
Saat itu istriku langsung
teringat kepadaku. Dia
ingin aku dipulihkan.
Akhirnya kami pergi
bersama-sama ke
sebuah gereja lokal.
Saat ditantang altar
call, aku maju ke depan.
Saat itu juga hatiku
dijamah oleh kuasa
Tuhan. Aku menyadari
dosa-dosaku dan
merasa tersentuh oleh
jamahan Roh Kudus.
Sejak saat itu aku
mengambil komitmen
untuk benar-benar
merubah karakterku
dan hidup dengan benar
di dalam Tuhan. Aku
juga mulai mengikuti
PSK dan beberapa
komsel. Aku merasakan
kalau kehidupanku
sudah mulai ada
perubahan walaupun
belum pulih seutuhnya.
Pemulihan yang
seutuhnya
Maret 2006, pada
sebuah acara retreat,
aku diperlihatkan Tuhan
wajah mertuaku. Saat
itu Tuhan benar-benar
menjamah hatiku untuk
melepaskan
pengampunan kepada
mertuaku. Aku
merasakan hadirat
Tuhan yang begitu
nyata dan akupun
menangis. Aku teringat
akan perbuatanku yang
menyakiti istri dan
anakku. Akupun
langsung meminta
pengampunan dari
Tuhan. Dan saat itu
juga aku sepenuhnya
menerima Tuhan
sebagai Juru Selamat
dan Pemimpin dalam
hidupku. Saat session
bersaksi, aku maju ke
depan dan
menceritakan apa yang
baru kualami. Aku
merasa sangat lega.
Aku merasakan
sukacita yang begitu
luar biasa. Aku
menceritakan semua
hal-hal ajaib yang Tuhan
kerjakan dan sejak saat
itu aku dipulihkan
seutuhnya. Aku dapat
membina rumah tangga
yang harmonis dan
hubunganku dengan
anak istriku dipulihkan
seutuhnya.
Pemulihan keluargaku
juga berdampak pada
pemulihan
perekonomian keluarga
kami. Seluruh hutang
kami dibayar lunas
secara ajaib oleh Tuhan.
Bahkan kami bisa
membeli rumah di
sebuah kawasan
perumahan yang cukup
besar di daerah Lippo
Cikarang. Aku yakin ini
semua tidak terlepas
dari mukjizat yang
Tuhan kerjakan dalam
hidupku. Terima kasih
Tuhan untuk semua
yang terbaik dan luar
biasa yang Kau kerjakan
dalam hidupku. (Kisah ini
telah ditayangkan 27
Juli 2010 dalam acara
Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian :
Syahril Sabarus

--
BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar